LEGENDA TELUK GELAM SUMATERA-SELATAN

Di Telukgelam, Pramuka Akan Temukan Cinta Sejati
Taufik Wijaya – detikNews
Share
28

Ogan Komering Ilir – Nama Danau Telukgelam di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, makin dikenal sejak digelarnya Jambore Nasional Pramuka IX. Di balik keindahannya, Telukgelam memiliki legenda soal cinta sejati seorang manusia.

Kisahnya, tersebutlah sebuah kerajaan bernama Bayang-Bayang di sekitar Sungai Komering. Kerajaan itu diperintah raja yang bergelar Mangkubumi. Raja memiliki seorang putra bernama Tapa Lanang.

Saat Tapa Lanang berumur tujuh tahun, ibunya meninggal dunia. Lantas Mangkubumi mempersunting seorang janda yang cantik. Janda itu memiliki seorang anak laki-laki, yang usianya sama dengan Tapa Lanang. Saat berusia 21 tahun, Tapa Lanang melakukan kesalahan yang tidak sengaja dilakukannya. Ayahnya murka. Tapa Lanang diusir dari kerajaan Bayang-Bayang.

Dalam pengembaraannya, Tapa Lanang menetap di sebuah talang. Dia beristirahat dan melihat sebuah gubuk dengan seorang gadis cantik yang berambut sangat panjang. Gadis itu bernama Putri Gelam, seorang putri Kahyangan, tapi terkena tenung sehingga diusir dari kerajaan di Kahyangan. Akhirnya mereka menikah dan hidup berbahagia bersama dua anak, satu lelaki dan satu perempuan.

Suatu ketika terjadilah peperangan di sekitar tempat tinggal keluarga Tapa Lanang. Anak lelaki yang turut berperang akhirnya gugur. Tapa Lanang terpukul. Hatinya begitu luka. Dia merasa bersalah atas tewasnya sang anak. Guna menebus kesalahannya, Tapa Lanang membenamkan dirinya ke dalam lumpur di sebuah lebak.

Melihat itu, Putri Gelam menjadi sangat sedih. Dia menangis tiada henti hingga membanjiri lebak tersebut. Seketika lebak itu menjadi danau besar, sedangkan Tapa Lanang menjadi ikan besar. Karena tidak ingin berpisah dari suaminya Putri Gelam berubah menjadi Burung Gelam dan anaknya menjelma menjadi pohon Gelam.

Menurut Bupati OKI Ishak Mekki, dia berharap dengan digelarnya Jambore di Danau Telukgelam, legenda tentang cinta ayah terhadap anaknya, dan cinta istri terhadap suami dan anaknya itu, dapat menjadi spirit generasi muda. Apalagi anggota Pramuka dianggap sebagai generasi muda yang positif untuk membangun keluarga dan bangsa Indonesia ke depan.

“Hanya dengan cinta sejati kita mampu menciptakan Indonesia yang lebih baik,” kata Ishak Mekki dalam sebuah perbincangan dengan detikcom, Selasa (5/7/2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s